|
|
 |
 |
|
Thursday, January 26, 2006
Elegi Duka Seorang Sahabat
Ada saat jeda, Ketika segala rasa duka, kecewa, bahagia, nestapa campur aduk memenuhi ruang dada Ada saat jeda, Kala nurani kita berkata "aku telah melakukan semua..." Lalu iapun sesak oleh sebongkah rasa, hampa... Sejenak, berhentilah... Saat duka membahasakan diri lewat bahasa tangis Tempatkan ia di ruang-ruang sujudmu Agar meneteskan energi ke sudut-sudut jiwamu Kita lahir sendiri, Matipun sendiri masalah demi masalah datang silih berganti tumpuk menumpuk, kadang tak menyisakan apapun kecuali sesak kalau saja tak ada iman di dadamu mungkin putus asa telah menghampirimu beberapa hari sebelum kepergian (wafat) Rasulullah s.a.w menghadap Rabb sang maha pengasih, Abu Muhaihibah dipanggil untuk menemani beliau ziarah ke pekuburan Baqi', nabi berdiri lantas mengucapkan salam kepada ahli kubur, "Assalamu'alaikum, wahai ahli kubur, mudah-mudahan apa yang kalian alami lebih menyenangkan daripada yang dihadapi manusia selain kalian. Fitnah akan datang kepada mereka secara beruntun, seperti beruntunnya potongan-potongan malam yg gelap. Yang terakhir menyusul yang terdahulu, dan yang terakhir lebih jelek dari yang sebelumnya" moga cerita di atas dapat sedikit meringankan beban hatimu beberapa abad yg lalu Rasul mulia telah mengisyaratkan kepada kita tentang sesuatu yang bakal kita hadapi, hidup terkadang berat, sejatinya ia adalah medan yang diciptakan Allah untuk menilai siapa yang paling baik amalnya, dengarlah Allah berfirman pada kita : "... Dialah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa diantara kamu yang paling baik amalnya, dan Dia maha perkasa lagi maha pengampun", TQS. Al-Mulk:2 let's try to alwas do the best agar Allah menempatkan kita di tempat yang terbaik "Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan, maka sungguh hanya milik Allah lah segala kemuliaan itu. Kepada-Nya lah naik kalimah yang baik dan diangkat-Nya lah amal yang shalih..." TQS. Faathir: 10 menjadi mulia di mata Allah, di mata manusia dengan kalimah thayyibah dan amal shalih. biarlah tasbih, dzikir ketika berdiri, duduk, berbaring dan amal shalih kita meningkahi hari-hari berat yang kita lalui agar ketika kita menghadap Tuhan, kita mengahadap dengan hati yang bersih kita lahir sendiri, matipun sendiri maka, berhentilah sejenak untuk sekedar merenung dan bermuhasabah Karena berhenti pun bagian dari gerak Seperti pun tidur yang bagian dari hidup Sama halnya seperti pegas yang harus ditarik mundur ke belakang untuk menghasilkan daya dorong yang lebih kuat Jangan lupa, coba dengarkan sedikit senandung dari Ebiet G Ade Roda zaman menggilas kita Terseret tertatih-tatih Kini hidup terus diburu Berpacu dengan waktu Tak ada yang dapat menolong, selain yang disana.. Tak ada yang dapat membantu, selain yang disana... Dialah, Tuhan.... Dialah.. Tuhan... (utukmu sahabatku.. agar dapat kau bersenandung kembali lantas gundah itupun terbang bersama bayu)
------------------------------------------------------------- ditulis oleh Nurul Hilyati
Friday, December 02, 2005
Selamatkan Palestina.....!!
Selamatkan Palestina...!! Download untuk menyaksikan bagaimana penderitaan anak-anak Palestina akibat kekejaman bangsa yahudi >>> Download <<< Sumber : InfoPalestina.com
Sunday, November 27, 2005
Pelajaran Berharga Dari Seorang Kakek
Beberapa waktu lalu, tepatnya hari sabtu tanggal 26 Nopember, Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) cabang Malang mengadakan silaturrahim dan Halal bi Halal dengan para donaturnya, lumayan banyak, ada sekitar 150 orang yang datang, dan saya termasuk salah satu panitia acara tersebut. Acara itu bertempat di Masjid Ahmad Yani yang berada tidak jauh dari kantor YDSF Malang karena memang satu kompleks.
Di satu kesempatan saya ngobrol-ngobrol dengan salah seorang peserta yang sebenarnya bukan donatur, beliau termasuk jama'ah tetap masjid itu.
Di usianya yang ke-75 lebih ternyata semangatnya untuk mencari ilmu sungguh luar biasa, bayangkan tempat tinggalnya jauh dari masjid Ahmad Yani, yaa.. kurang lebih ada sekitar 12 KM, tetapi hampir tiap hari dia datang ke Masjid untuk mengikuti kajian yang diadakan oleh takmir masjid Ahmad Yani, ya... hampir tiap hari. Dan ternyata bukan masjid Ahmad Yani saja yang dikunjungi, melainkan masid-masjid lain.
"Ya, saya ini sudah tua nak, sebenarnya apa yang diberikan Allah pada saya itu lebih dari cukup, usia saya sekarang 75, sudah buyut saya sekarang, berarti sudah dapat bonus sekitar 12 tahun melebihi nabi Muhammad, kan beliau cuma 63 tahun." kata Kakek itu.
"Saya sekarang sudah tidak mengharapkan apa-apa lagi dari Allah, umur sudah lebih, anak-anak sudah bisa dibilang sukses, mau apa lagi? Satu-satunya yang saya harapkan dari Allah hanyalah agar sisa hidup saya yang mungkin tinggal sebentar lagi ini menjadi lebih barokah, bermanfaat, dan saya bisa mengakhiri hidup saya dengan Husnul Khatimah, akhir yang baik" sambung kakek yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang servis sepeda motor yang kemudian kata-kata kakek itu saya amini.
Sepulang dari acara saya sedikit merenung, kelak ketika saya diberikan Allah berupa usia yang panjang, apakah saya akan berpikiran seperti kakek itu? yang semakin ikhlas menjalani sisa usianya?
Wa Allahu a'lam.........
semoga kita dimasukkan Alah ke dalam golongan orang yang bertawakkal... amiien
Hakeem bin Zain
Friday, November 18, 2005
"Ya Tuhan, datangkanlah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka al-Qur'an dan hikmah dan mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" -=::{ TQS. alBaqarah (2): 129 }::=-
AlQur'an mengisahkan, bahwa doa di atas dipanjatkan oleh Ibrahim 'alayhi assalam ketika menyaksikan bahwa ummatnya telah dilanda krisi moral dan tauhid.
Ia mendambakan datangnya rasul yang dapat menuntun kepada jalan yang benar.
Allahpun mengabulkan doa Ibrahim dengan mengangkatnya menjadi Rasul.
Do'a di atas sangat baik dibaca ketika kaum muslimin sedang dilanda krisis kepemimpinan, krisis moral dan aqidah seperti sekarang.
Kita sangat merindukan hadirnya pemimpin yang peduli terhadap sesama dan berupaya menegakkan syari'at Allah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Wednesday, November 16, 2005
Kisahku ketika nyasar di Bandung
Nyasar he..he..he.. Bukan bahasa tepat mungkin, karena memang tidak ada hubungannya dengan kesasar. :D Berawal dari silaturrahim ke tempat keluarga di jawa barat... Saat berangkat, dengan dalih pengiritan dana, maka perjalananpun ditempuh dengan bis ekonomi, alias estafet. Perjalanan semula lancar tidak ada halangan sedikitpun, kemudian masalah muncul ketika sampainya di Cirebon, padahal perjalanan masih kurang lebih 2 jam lagi. Dasarnya memang nggak tahu kebiasaan di Terminal situ, kaget juga pas tahu kalo' terminal itu jam 9 malam sudah sepi, aneh... padahal rata-rata di daerah Jawa timur yang namanya terminal itu 24 jam non-stop ditambah lagi terminal Cirebon saat itu hujan lebat, ya udah deh akhirnya keluar terminal dan menunggu bis jurusan jakarta, ternyata itupun tidak gampang karena setelah 3 jam menunggu baru dapat, itupun nggak dapat tempat duduk.... tapi nggak apalah yang penting sampai. Walhasil perkiraan semula sampai di tempat tujuan sekitar jam 8-9 malam, akhirnya sampai jam 00.30-an malam, untungnya keluarga baik semua, jadi ditungguin pas datang :) Permasalahan tidak hanya sampai di situ Pada saat ingin kembali ke Malang, kebetulan ada teman yang bisa di ajak bareng, karena tidak satu asal, ya udah akhirnya diputuskan ketemuan di stasiun Bandung, yang dianya sudah beli tiket duluan untuk kereta Mutiara Selatan kelas Bisnis. Dengan dalih yang sama, pengiritan dana + pengen bareng satu kereta, akhirnya tanya tiket kereta yang dinaiki temen ada yang sisa apa tidak, ternyata habis dan kereta itulah Kereta bisnis yang terakhir, karena baru 1 jam kemudian ada kereta ke arah Surabaya kelas Executive. itupun yang terakhir pula, hmmm... dari pada nunggu besok ya sudah aku putuskan untuk beli yang kelas eksekutif.... dengan keberangkatan pukul 18.30 Bandung - Surabaya (Bisnis) = Rp. 130.000,- sedangkan untuk kelas executive = Rp. 220.000,- pengennya ngirit, tapi.................... :D habis deh THR he..he..he..
Saturday, October 29, 2005
Bukan manusia namanya jika tidak punya kesalahan Bukan manusia juga kalau tidak pernah berbuat kelalaian Yang membedakan hanyalah kedekatan dia kepada Allah Tanpa itu semua, mustahil manusia akan selamat
"Semoga Allah menerima amalan kita semua"
Selamat Idul Fitri 1426 H Mohon Ma'af Lahir danBatin
Hakeem bin Zain
Friday, October 28, 2005
Sulitnya ummat Islam mengeluarkan infaq shadaqah, tapi....
Beberapa hari lalu tugas saya jaga stand Yayasan Dana Sosial al-Falah (YDSF) di salah satu pusat perbelanjaan di Malang, untuk mengumpulkan Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) dari masyarakat untuk disalurkan kepada yang berhak menerimanya. kejadiannya malam hari sekitar jam 18.30 malam, ada sekitar 10 mahasiswa datang di dekat stand kami (hanya berjarak 3 meter) dengan membawa alat musik lengkap, dan membawa beberapa kotak sumbangan, setelah saya perhatikan ooo... ternyata ini dari UKM (unit Kegiatan Mahasiswa) Kerohanian Katholik yang akan mengadakan acara berjudul "Perkemahan Rohani UKM Katholik Universitas Merdeka Malang di ******* ane lupa tempatnya" mereka pun menyanyi dengan riangnya selayaknya paduan suara gereja (kadang lagu rohani, kadang juga lagu umum) yang lebih bikin miris hati, ternyata tidak jarang ada ibu-2/mbak-2 berjilbab yang memasukkan uang ke dalam kotak sumbangan, yang jumlahnya kalau dilihat dengan saksama tidak tanggung-tanggung berkisar antara 5.000 - 20.000 padahal nyata di samping "konser" itu ada stand Yayasan yang justru jelas-jelas menyalurkan dananya untuk kepentingan ummat Islam, lalu mengapa mereka menyalurkan dananya justru kepada orang katholik? padahal di kotak sumbangan itu sudah jelas tertulis "Pengumpulan Dana untuk Perkemahan Rohani UKM Katholik Universitas Merdeka Malang", begitu juga kami yang memasang banner yang mmberikan himbauan tentang sadar Zakat, Infaq, dan Shadaqah. Kenapa? Sebagaimana saya ungkapkan di MyQuran
Monday, September 26, 2005
Hati adalah Panglima Perang
Allah tidak menciptakan makhluq untuk sia-sia. Bahkan mereka dijadikan untuk diberi tanggung jawab, dibebani perintah dan larangan, dan disuruh memahami petunjuk-Nya. Ada yang ditetapkan bahagia dan ada pula yang sengsara, bagi masing-masingnya disediakan tempat kembali. Mereka diberi ilmu dan amal, mereka diberi hati pendengaran, penglihatan da nnaggota badan sebagai karunia dan pemberian daripada-Nya. Siapapun yang menggunakan semua karunia itu untuk mentaati-Nya, maka ia termasuk berterima kasih atas karunia-Nya, Sebaliknya, siapapun yang menggunakan karunia itu untuk menentang-Nya sesuai dengan kehenda nafsunya, maka ia akan merugi ketika diminta pertanggungjawaban, ia akan sangat susah dan ia akan ditanya tentang nikmat semua anggota tubuhnya, seperti yang disebutkan dalam firman Allah,
"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan diminta pertanggungjawabannya" [Terjemah QS. Al Israa' 36]
Di antara anggota tubuh kita adalah hati. Ia bagai seorang raja yang mengepalai angkatan perangnya. Ia berhak memerintah, berkehendak, memaksa, maupun melarang sekehendaknya.
Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah bahwa di dalam jasad ada segumpal darah, Jika dia bagus, maka seluruh anggota tubuh akan bagus, Ia adalah hati"
Hati adalah sang penguasa, tubuh seorang akan mematuhi semua perintah dan larangan hati. Karena itu hati akan dimintai pertanggung jawaban tentang tindak tanduk anggota tubuh. Sebab sebagai penguasa akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.
Karena hati mempunya kedudukan tertinggi, maka orang-orang saleh sangat peduli untuk mengobati penyakit-penyakitnya dan meluruskan arahnya.
Ketika Iblis mengetahui bahwa hati merupakan kemudi bagi seseorang, maka ia mengarahkan setiap orang yang lewat dengan was-was, syahwat, dan iming-iming yang kosong, sehingga menyimpang dari jalan yang benar dan mudah diarahkan kepada kesesatan dan dosa.
Tak seorangpun dapat selamat dari bujuk setan, kecuali harus terus-menerus memohon perlindungan kepada Allah dan mengarahkan hatinya kepada-Nya, baik dalam gerak-geriknya maupun dalam diamnya. Dan merasa rendah di hadapan Allah, sampai ia termasuk hamba Allah yang tidak dapat dikuasai oleh setan, karena ia telah memutuskan hubungannya dengan setan secara mutlak, seperti yag disebutkan dalam firman Allah berikut,
"Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka". [Terjemah QS. Al Hijr 42]
------------------------------------------- oleh Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah dalam bukunya yang berjudul "Manajemen Qalbu" (dengan judul asli "al Qalbu baina alHayaati wa alMauti")
Sunday, September 25, 2005
Cinta menempati ruangan tak berbatas dihati manusia Cinta itu membutakan dan membuat tuli, ungkap seorang teman Cinta itu mampu merubah duka menjadi tawa, ungkap teman yang lain Kabarnya, cinta mampu membuat yang lemah tak berdaya menjadi memiliki kekuatan tak terkira
Tapi Syaikhul Islam Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mendefinisikan cinta sebagai berikut “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri, membatasinya hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. maka batasan dan Penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri” (Madarijus – Salikin 3/11)
Cinta memang sesuatu yang paling sulit didefinisikan tapi paling banyak memiliki definisi
Kini… mari kita berlepas diri dari apapun pengertian cinta, ada kisah cinta yang tidak akan rugi untuk disimak, kala itu gelap menyelimuti singgasana langit karena mentari telah lama pulang ke peraduannya, tentara Islam tengah beristirahat di sebuah lembah luas sekembalinya dari perang Dzat ar-riqa’. Disini, Nabi menunjuk dua tentara yang gagah berani ‘Abbad dan ‘Ammar untuk menjaga mulut lembah. Keduanya membagi jam jaga, dan ‘Abbad kebagian menjaga hingga tengah malam.
Seorang lelaki dari suku Gathafan (suku yang ketika itu masih menentang pemerintahan Islam yang baru saja diserang pasukan Islam) memburu kaum muslim, sekedar untuk menimpakan kerugian kepada mereka dan sesudah itu segera kembali. Dengan memanfaatkan kegelapan malam, orang ini memanah pengawal yang menjaga lembah itu saat ia sedang shalat.
‘Abbad, pengawal yang tertembak itu sedang sangat khusyu’ dalam shalatnya sehingga tidak merasakan rasa sakit akibat tusukan anak panah itu. Ia mencabut anak panah itu lalu meneruskan shalatnya. Namun, serangan itu berulang sampai tiga kali. Panah yang terakhir menembus kakinya demikian keras sehingga ia tak dapat meneruskan shalatnya menurut keinginannya. Ia segera mengakhiri shalatnya lalu membangunkan ‘Ammar.
Keadaan ‘Abbad yang mengkhawatirkan sangat mengguncangkan ‘Ammar, sehingga ia berkata sebagia protes, “mengapa tidak anda bangunkan saya sejak semula?” tanyanya, ‘Abbad menjawab, “saya sedang shalat dan membaca ayat Al-Quran ketika secara tiba-tiba panah pertama mengenai saya. Kenikmatan membaca surah dan keasyikan mengingat Allah Ta’ala menghalangi saya untuk membatalkan shalat. Seandainya saja Rasul tidak menugaskan saya untuk menjaga tempat ini, saya sama sekali tidak akan membatalkan shalat saya dan surah yang saya baca, saya akan menyerahkan nyawa saya sambil membaca do’a kepada Allah (Ar-Risalah 35/412)
Subhaanallah… ternyata cintapun dapat meluputkan rasa sakit akibat tusukan panah yang berulang kali.
“Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan, yaitu kitab Al-Quran; sebuah kitab yang hampir serupa ayat-ayatnya (ttg keistimewaannya dan urutan2nya lagi berisi perintah dan larangan, janji dan ancaman); yang membuat gemetar kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. Lalu kulit dan hatinya menjadi lunak lantaran mengingat Allah, Allah memberi petunjuk dengan ini (Al-Quran) kepada siapa yang Ia kehendaki, dan barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah, maka tak ada baginya seorang yang memberi petunjuk” (QS. Az-Zumar : 23)
cocokkah ayat ini dengan cerita diatas? Ana yang awam menunggu komentar dan masukkan dari siapapun yang banyak memahami Al-Quran
Ah.. ada cinta di setiap tetes darah yang mengalir di tubuh sahabat, ada cinta di setiap detak jantung sahabat, ada cinta di setiap kedipan mata sahabat, there is love in every breath of them.
Cinta yang tertinggi, cinta yang tak pernah mati, cinta pada Sang Maha Kekal pemilik keagungan dan kemulyaan.
Dialah Allah yang begitu dekat bahkan lebih dekat dari urat nadi kita Allah yang maha perkasa lagi maha bijaksana yang suatu ketika khalilullah Nabi Ibrahim berkata pada ayahnya dalam suatu perdebatan tentang Tuhan
“Maka sesungguhnya berhala-berhala itu musuhku, kecuali Allah Tuhan semesta alam” “yaitu Tuhan yang telah menciptakan aku, lalu Dia menunjukkan jalan kepadaku” “dan Tuhan yang memberi makan dan minum kepadaku” “dan Tuhan yang jika aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku” “dan Tuhan yang menyebabkan aku mati kemudian menghidupkan aku lagi” “dan Tuhan yang aku harap akan mengampuni dosa-dosaku pada hari pembalasan” (QS. Asy-Syu’ara :77-82)
Cinta pada Sang Maha Cinta yang cintaNya tidak bertepi, Rabb Maha Pengasih, sang Penguasa alam semesta yang tak pernah lelah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya sebesar dan setinggi apapun dosa hamba-hamba-Nya dan selalu menunggu hamba-hambanya untuk pulang ke naungan maghfirahNya, menghayati betapa maha pengampunnya Allah bagiku seolah-olah terdengar “hamba-hambaKu… kembalilah…, pulanglah… sejauh dan sepanjang apapun perjalananmu dalam tumpukan dosa dan kedurhakaan”
Cinta manusia hanya secuil laksana sebutir pasir dihamparan pasir di pantai bumi dibanding cinta Allah pada hambaNya, tapi kita sering sekali mendurhakaiNya, kita lebih banyak mengingat yang lain daripada mengingatNya.
Tapi sungguh, rahmat Allah lebih besar dari murkaNya, itulah ekspresi cinta dari sang pencipta alam yang maha pengasih dan penyayang.
Ada ruangan tak berbatas yang disediakan hati untuk sebuah kata yang terdiri dari lima huruf C-I-N-T-A
Lalu, ada lagi fragmen cinta lain yang memenuhi lembar sejarah generasi terbaik dari ummat Rasulullah, ummat akhir zaman.
Suatu ketika, sekelompok wakil dari suku-suku yang tinggal di daerah sekitar madinah melakukan tipu muslihat untuk mengurangi kekuatan Islam dan membalas dendam. mereka menghadap Nabi meminta untuk mengirimkan beberapa sahabat untuk menyiarkan Islam pada suku-suku tersebut.
Nabi menyetujui permintaan mereka dan memilih beberapa sahabat untuk menjadi da’I sesuai permintaan mereka, rombongan tersebut meninggalkan madinah, ketika sampai di suatu tempat bernama raji’, para wakil suku tadi mewujudkan niat jahat mereka. Dengan bantuan suku Huzail, mereka memutuskan untuk menahan dan membunuh para utusan itu.
Shafwan bin Umayyah, seorang kafir yang ayahnya tewas dalam perang Badar, membeli Zaid bin Dasinah untuk membalas dendam atas kematian ayahnya. Diputuskan bahwa Zaid harus digantung dihadapan banyak orang. Tiang gantungan didirikan di Tan’im, kaum Quraisy dan kawan-kawan mereka berkumpul disitu pada hari khusus tersebut, si pesakitan didirikan di tiang gantungan.
Hidup Zaid tinggal beberapa menit lagi ketika Abu Sufyan, tokoh yang bekerja dari balik layar dalam segala urusan menoleh kepada Zaid seraya berkata “Saya bersumpah atas nama Tuhan yang kau percayai, kiranya engkau suka bila Muhammad yang terbunuh sebagai gantimu, sedang engkau bebas dan boleh pulang.” Zaid menjawab dengan gagah, “Saya bahkan tidak menghendaki sebatang duripun menusuk kaki Nabi, walaupun untuk itu saya akan bebas.”
Jawaban Zaid memberi efek besar kepada Abu Sufyan. Ia kagum akan ketulusan para sahabat Nabi. “Sepanjang hidup saya” katanya, “belum pernah saya melihat sahabat seseorang yang demikian berbakti dan siap berkorban seperti para sahabat Muhammad.” Segera setelah itu Zaid digantung, dia mengorbankan nyawanya demi Islam.
Allahumma shalli ‘ala Muhammad, mari kita barsalawat pada kekasih pilihan.
Bagaimana sahabat tidak mencintai Rasul sementara cinta Rasul begitu besar pada ummatnya. Seolah terngiang-ngiang di telinga kata-kata terakhir yang diucapkan Rasul “ummatiy.. ummatiy…”
Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. Berkata: Jibril datang kepada Nabi SAW pada waktu yang tidak biasa datang dalam keadaaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Nabi SAW “mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jibril menjawab: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu disaat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu besar untuk bersuka ria sebelum ia merasa aman daripadanya…… neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari laki-laki maupun perempuan.”
Nabi SAW bertanya : “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jibril menjawab :”Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanannya 70.000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 lipat.” Rasulullah SAW bertanya: ”siapakah penduduk masing-masing pintu?” Jibril menjawab: ”pintu yang terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat Nabi Isa as serta keluarga Fir’aun, sedang namanya Al-Hawiyah. Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim, Pintu ketiga tempat para Shobi’in bernama Saqar. Pintu keempat tempat iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama ladha. Pintu kelima orang Yahudi bernama Huthomah. Pintu keenam tempat orang nashara bernama sa’iir.”
Kemudian Jibril diam karena segan pada Rasullahh SAW. Sehingga ditanya :”mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?” Jibril menjawab: “Di dalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat.”
Maka Nabi jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi SAW di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar Nabi SAW bersabda : “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jibril menjawab: “Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu.”
Kemudian Nabi SAW menangis, lalu masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk shalat kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang lain dan bila shalat selalu menangis.
Allahumma shally ‘ala Muhammad, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya beshalawat atas Nabi, hai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu atas Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab:56)
Alasan yang bagaimanakah sehingga para sahabat tidak mencintai Rasul?
Khubaib adalah orang kedua setelah Zaid bin Dasinah yang di tawan para suku-suku pembelot pemerintahan Islam, dia ditahan untuk sementara, dewan Mekah kemudian memutuskan bahwa ia juga harus digantung di Tan’im. Ketika khubaib telah berdiri di sisi tiang gantungan, Khubaib meminta izin kepada para pejabat berwenang untuk mendirikan shalat. Setelah diizinkan, ia mendirikan shalat dua rakaat secara singkat dan sempurna. Kemudian ia berpaling kepada para pemimpin quraisy seraya berkata: “kalau bukan karena khawatir kamu akan mengira saya takut mati, saya akan shalat lebih banyak dan akan memperpanjang ruku’ dan sujud dalam shalat saya.” Kemudian ia menengadah ke langit seraya berkata, ya Allah ! kami melakukan kewajiban yang diamanatkan Nabi kepada kami.” Perintah diberikan, dan kubaib pun digantung. Sesaat sebelum mati ia berkata, “Ya Tuhan! Sampaikanlah kiranya salam saya kepadanya.”
Maha suci Allah atas setiap detik waktu yang kita lewati, adakah jawaban yang lebih tepat mengapa Khubaib melakukannya kecuali cinta? Atas nama cinta para sahabat menjual diri dan harta mereka kepada Allah SWT.
Terakhir…ada ungkapan cinta yang sangat saya suka dari seorang kawan (semoga beliau tidak keberatan saya menuliskannya disini untuk mengakhiri tulisan yang mungkin kecil dan tidak berharga ini)
Aku takut cintaku hanya sementara, maka aku mencintai keabadian. Aku takut mencintai yang fana karena aku tak ingin kehilangan Terkadang aku takut dicintai karena aku khawatir tak bisa memberi Aku takut mencintai, maka aku belajar memahami Aku mencintai ketakutanku sebab ia memberikan rasa aman Aku merasa tak aman saat mencintai apa yang tak kupahami Aku Tanya pada cintaku pada siapa ia mau berteman, Ia katakana padaku ia mencintai SANG ABADI (untuk mereka yang mendamba cinta-NYA).
Ditulis oleh Nurul Hilyati
Cinta adalah anugerah Allah indah Allah SWT
Kemampuan merawat dan menumbuhkembangkan cinta adalah bagian dari rahmatNya.
Pendeknya, sumber cinta itu adalah iman kita kepadaNya.
Tidak ada sumber lain.
|
|

/// Ekstra





* * *
/// Fase Bulan
/// Sepatah KataDalam hidup manusia apapun itu semua terkadang perlu mengalami proses, entah proses menjadi lebih baik atau bahkan sebaliknya menjadi lebih buruk, bisa dibilang proses itu adalah satu keniscayaan dalam kehidupan. Begitu juga dengan blog ini, masih dalam proses penyelesaian menuju yang lebih baik.......... semoga ^^ Hakeem bin Zain 24 September 2005 Saat blog ini baru dibuat Selamatkan Palestina...!!
|
|