Entry: Ketika tuntutan itu datang Monday, February 13, 2006





Resah dan gelisah
menunggu di sini
di sudut sekolah, tempat yang kau janjikan
ingin jumpa denganmu
walau mencuri waktu
berdusta pada guru.... du..du..du

he..he... koq malah nyanyi "Semut-semut merah"-nya Obbi Messach..... kalo' masih kepingin nyanyi terusin aja sendiri.. :-P

Sebenarnya nggak ada hubungannya dengan lagu di atas, walaupun hanya di baris pertama-nya saja yang sedikit mewakili perasaan ketika menghadapi sebuah tuntutan, sering kita dihadapkan kepada 2 pilihan yang masing-masing punya konsekuensi serius, yang sangat beresiko ketika ditinggalkan salah satu, apatah lagi kita tinggalkan keduanya, sedangkan di sisi lain pilihan itu tidak bisa kita ambil dua-duanya.

Resah dan Gelisah..... sudah pasti itu

Dalam hal ini sering sifat seseorang diperlihatkan dengan sesungguhnya, apakah dia termasuk bijaksana dalam memberikan keputusan atau tidak, bahkan beriman atau tidaknya seseorang, Allah bisa mengukur dari bagaimana dia menerima dan bersikap terhadap ujian yang dijalaninya.



Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?
(Al-Ankabuut : 2)

Tetapi Allah sudah pasti lebih mengerti kapasitas kemampuan kita, bahkan lebih dari apa yang kita tahu terhadap diri kita. Hanya itu keyakinan yang tersisa.......



Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (Al-Baqarah : 286)

--------------------------------------------------------------------------
Hakeem bin Zain
(di saat hati menghadapi banyak tuntutan)

   1 comments

jilal
March 13, 2006   09:07 PM PST
 
Great blog keep it up..salam alaikoum from paris

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments