|
Mungkin ada yang kurang setuju dengan judul saya di atas, terutama yang punya motor matic :D. Siapa yang tidak tahu tentang mesin matic? Hampir semua kendaraan mengadopsi jenis mesin otomatis ini, mulai dari jenis roda dua sampai roda empat. Di Indonesia saja ada banyak kendaraan yang menggunakan konstruksi mesin matic, sebut saja Yamaha Mio/Soul, Suzuky Skywave/Spin, Honda Vario, dan kendaraan-kendaraan roda empat lainnya. Berbagai standarisasi juga diberlakukan untuk kategori mesin ini, mulai ISO sampai Euro 2, dengan dalih untuk menekan emisi kendaraan dan berefek langsung pada usaha untuk menjaga kelestarian alam (baca: iklim). Beberapa waktu lalu saya sempat berdialog dengan seorang sales man sebuah produsen motor yang memproduksi mesin jenis matic. Salah satu pertanyaan dalam obrolan itu adalah masalah konsumsi BBM kendaraan. "Pak kalau Jupiter sama Supra X 125i iritan mana?" tanya saya. "Wah kalau irit-iritan sih relatif mas, nggak bisa dibandingin kalau cc mesin beda. Jupiter MX itu sekitar 135 cc, kalau Supra X 125 cc, kalau masalah irit pasti irit Supra X" jawab sales man tadi. "Terus kalo matic?", lanjut saya. "Kalo matic memang rada boros mas dibanding manual, namanya juga mesin otomatis, jadi torsi mesin rata-rata tinggi, apalagi kalau kecepatan rendah, hampir sama seperti kecepatan tinggi. Tapi kalau saya banding-bandingin lebih irit Honda Vario daripada Yamaha Mio atau Suzuki Spin" jelas si salesman. (Jangan pada protes ya, soalnya ini si salesman Honda Setelah mendengar itu, jujur saya yang semula ngebet pingin beli Vario jadi ilfil, nggak tahu kenapa, mungkin karena kata-kata si sales man itu yang bilang "Kalo matic memang rada boros mas dibanding manual, namanya juga mesin otomatis, jadi torsi mesin rata-rata tinggi, apalagi kalau kecepatan rendah, hampir sama seperti kecepatan tinggi." Saya jadi berfikir, trus apa gunanya Standarisasi internasional ini itu, kalau ternyata konsumsi BBM yang boros? Hah... ditambah satu fakta lagi sekarang semakin banyak mobil/motor yang mengadopsi mesin automatic. Apa kata dunia? (Kata si Naga Bonar) Ini sebenarnya kemajuan atau kemunduran sih? Pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya di atas mungkin bersifat emosional semata. Bagaimana tidak? Didunia sedang hangat-hangatnya dibicarakan tentang konsep ramah lingkungan dan energi alternatif, ternyata mesin-mesin penguras energi dari cadangan minyak dunia semakin banyak diproduksi. Sekarang saatnya bicara solusi. Sayangnya saya tidak terlalu mengerti masalah permesinan, hanya saja ada harapan saya, mudah-mudahan mesin-mesin matic sekarang diproyeksikan menjadi mesin masa depan, dalam artian mesin matic sekarang bisa mendukung pemakaian BBM alternatif (dengan modifikasi atau tanpa modifikasi) ah.. akhirnya harapan itu mampu menurunkan emosi saya he..he.. tapi tetap saja ada perasaan was-was, jangan-jangan harapan saya itu hanya tinggal harapan? |
| Leave a Comment: |